Audit

Auditor juga dapat melaksanakan ulang beberapa aspek pemrosesan transaksi tertentu untuk menentukan bahwa pemrosesan awal telah sesuai dengan pengandalian intern nun telah dirumuskan. Sebagai contoh, auditor dapat melaksanakan kembali pemeriksaan atas kredit pelanggan pada transaksi penjualan buat menentukan bahwa pelanggan benar-benar memiliki kredit yang pantas pada saat transaksi tersebut diproses. Pemeriksaan ulang biasanya memberikan bukti bottom-up, dan dengan bukti bottom-up lainnya, auditor dapat terlebih dulu memahami konteks ekonomi guna pengujian audit tersebut. Piagam Audit Internal diimplementasikan sambil Unit Audit Internal dengan menjunjung lima nilai terpenting yang mencakup integritas, obyektif, kerahasiaan, kompetensi, dan skeptis.

Audit

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>